Oleh: tedysroyer | Juli 16, 2012

Kehidupan terus berlanjut

kehidupan kita seharusnya mengalahkan sosok mentari yang selalu terbit di waktu pagi dan pergi diwaktu petang.

sang mentari selalu memberikan harapan kepada seluruh umat manusia yang berdara di muka bumi ini, dan mentari sendiri di simbolkan sebagai lambang dari dewa untuk kalangan tertentu, mentari merupakan salah satu sumber energi di seluruh jagat raya yang memberikan kehidupan.

bila tak ada sang mentari maka suasana kehidupan ibarat terasa kurang, banyak dari belahan dunia yang tidak menikmati sengat dan panasnya mentari.

bagi kita yang berada di daerah tropis dan berada tetap di jalur katulistiwa maka kita sangat bergantung pada mentari di waktu pagi sampai petang, ketika hari semakin gelap semua tidak dapat beraktivitas tanpa cahaya sang mentari.

demikian kita kadang tak mampu dan lemah ketika sang pemberi kekuatan tak bersama – sama dengan kita. kita tidak boleh bergantung selalu kepada sang mentari di pagi- sore hari, melainkan kita harus tetap melakukan yang dapat dilakukan di gelap malam di bawah sinar bintang.

dalam kehidupan kita jangan terlalu bergantung pada sesuatu, tetapi kita juga harus tetap fokus untuk menjalani hari kehidupan yang Tuhan berikan, karena semua akan indah pada waktunya, semua akan berulang bagaikan mentari yang kelak akan kembali lagi pada dirimu.

“biarkalah sang mentari itu terbenam, tetapi kehidupan ini terus berlanjut”

@sroyertedy_holtecamp pict/2010_update2012.

Iklan
Oleh: tedysroyer | Juli 16, 2012

Ketulusan dan Kesungguhan

 

Di kisahkan ada dua orang pemuda yang sedang mencari pekerjaan di kota. Karena, sulitnya mencari pekerjaan yang layak, memaksa mereka bekerja di sebuah proyek pembangunan untuk perumahan elite.

Namun, walaupun mereka bekerja di tempat yang sama, tugas yang mereka dapatkan berbeda.

Pemuda pertama dengan tubuh besarnya di suruh oleh mandor untuk mengerjakan pekerjaan yang terlihat mudah yaitu membuat beberapa pintu dan jendela yang terbuat dari kayu. Dan, pemuda kedua yang terlihat lebih kecil dari pemuda pertama justru di suruh oleh mandor mengerjakan pekerjaan yang terlihat sulit yaitu menyusun batu bata dan mengaduk semen.

Mendengar apa yang di katakan pak mandor pemuda pertamapun merasa bahagia karena ia merasa pekerjaan yang di berikan terlalu mudah mengingat badannya yang besar sehingga menurutnya tidak perlu sungguh- sungguh dalam bekerja, sedangkan pemuda kedua merasa pekerjaan yang diberikan pak mandor sebagai tantangan yang harus di selesaikan dan perlu kesungguhan untuk menyelesaikannya. Dan, setelah pembagian tugas selesai di berikan pak mandor menganta pemuda pertama menuju tempat bekerjanya dan betapa kagetnya pemuda ini ketika dia melihat pintu dan jendela yang harus di selesaikan berbentuk ukiran yang mempunyai tingkat kerumitan cukup tinggi karena desain rumah yang akan di buat bergaya tradisional. Pak mandor kemudian memanggil salah satu pekerjanya, dan berkata “Pak tolong ajarkan pemuda ini mengukir dengan baik ya.”

“Baik pak,” kata pekerja tersebut sambil membawa pemuda pertama tadi menuju tempat di mana tergeletaknya kayu yang harus di ukir. Dan, karena sikapnya yang tidak sungguh-sungguh saat mengerjakan pekerjaan yang di anggapnya mudah membuatnya berulang kali melakukan kesalahan meski telah diajari berulang kali. Hal yang berbeda justru terlihat dari pemuda kedua, tampak dari jauh dia melakukan pekerjaan tanpa melakukan kesalahan meski hanya sekali di ajarkan. Karena, pemuda kedua terlihat mudah untuk memasang batu bata, terbesit niatan dari pemuda pertama untuk bertukar tempat. Agar kesalahan yang dia lakukan saat mengukir tidak ketahuan oleh mandornya. Dan, dia pun menghampiri pemuda kedua tadi, “hai kawan, kau terlihat lelah, jadi ijinkan aku untuk menggantikanmu menyusun batu bata ini dan kamu silahkan istirahat di sana sambil menggantikanku untuk mengukir kayu,” kata pemuda pertama. Pemuda kedua pun menyetujuinya, dan pergilah pemuda kedua menuju tempat di mana tergeletaknya kayu yang harus di ukir.

Dan, sore hari ketika pak mandor melihat hasil kerja beberapa pegaiwainya, dia melihat ada satu pintu yang terlihat bagus ukirannya, dan kemudian sambil memegang pintu tersebut dia pun bertanya kepada semua pegaiwanya, “Siapa yang mengukir pintu ini?”

“Pemuda ini pak,” kata salah satu pegawainya sambil menepuk pundak pemuda kedua. Kemudian pak mandor menghampirinya dan bertanya, “Nak bagaimana kau bisa melakukannya?”

“Sederhana pak caranya, kuncinya adalah bekerja dengan ketulusan dan kesungguhan, karena saat kita mendengarkan apa yang diajarkan dengan hati yang tulus maka kita akan mudah memahaminya, dan setelah kita memahami bagaimana caranya, kita tinggal bekerja dengan kesungguhan agar hasil yang di ciptakan menjadi karya yang luar biasa.”

 

Oleh: tedysroyer | November 9, 2011

Tips Memilih Atap

Atap, memiliki peran yang sangat penting. Kehadirannya tidak hanya sebagai penutup tetapi juga mampu menambah keindahan tampilan eksterior. Dengan desain serta warna yang pas, maka elemen rumah yang satu ini membuat hunian menjadi lebih menarik.

 Sehingga Anda harus cermat dalam memilih dan menentukan jenis atap yang akan digunakan.

Salah-salah hunian malah akan terkesan tidak nyaman. Pilihlah atap yang sesuai dengan kondisi

iklim daerah tempat Anda tinggal karena selain memperindah bentuk bangunan, kehadiran atap

memiliki fungsi penting sebagai penutup ruang dari terpaan cuaca.

Nah, berikut adalah beberapa tips memilih atap rumah. Selamat membaca!!!

  • Pilih atap atau genteng yang sesuai dengan desain rumah agar eksterior tampil serasi.
  • Tiap gaya rumah harus dipadukan dengan genteng yang menutupi bagian atas  bangunan tersebut.
  • Bila desain rumah Anda bergaya tradisional maupun kolonial, sebaiknya pilih genteng  jenis tile keramik, beton, atau Anda bisa memakai genteng yang terbuat dari material tanah.
  • Untuk hunian bergaya modern, maka Anda bisa lebih bebas untuk memilih dan mengaplikasikan jenis atap yang akan Anda aplikasikan sesuai selera.
  • Untuk rumah bergaya minimalis, umumnya warna genteng yang digunakan berwarna hitam dan abu-abu tua. Begitu pula tekstur genteng.

Yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah pilihan warna. Warna sangat berperan untuk menciptakan kesan yang lebih indah dan cantik. Warna atap sebaiknya disesuaikan dengan warna fasade rumah agar tampak menyatu.-tedy

sumber: Tips atap/ Papua CE edisi ke 3(https://tedysroyer.wordpress.com)

Oleh: tedysroyer | November 9, 2011

Akhir Sebuah Kisah

– Diambil dari bacaan e-RH (www.renunganharian.net), EDISI 10 November 2011

Baca: 1 Tawarikh 29:21-30
Ayat Mas: Kemudian matilah ia pada waktu telah putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan, kemudian naik rajalah Salomo, anaknya, menggantikan dia (1 Tawarikh 29:28)
Bacaan Alkitab Setahun : Yohanes 19-21

Semua kisah tentu ada akhirnya. Ada yang berakhir dengan bahagia, tetapi banyak juga yang berakhir sedih, bahkan tragis. Kalau kita diminta untuk memilih, tentu kita akan memilih kisah yang berakhir bahagia, apalagi kalau itu kisah hidup kita sendiri. Bahkan, ada gurauan bahwa kalau bisa kita mengalami masa kecil yang indah, masa muda yang nikmat dan bahagia, lalu di masa tua tinggal menikmati kekayaan dan menunggu masuk surga. Tentu ini tidak realistis.

Hidup Daud dapat dikatakan sukses. Ia sukses menjadi raja yang kaya raya dan penuh kemuliaan. Anaknya, Salomo raja yang akan terkenal karena hikmatnya akan menggantikannya sebagai raja. Daud, raja sekaligus prajurit sejati, wafat saat usianya sudah tua dan meninggalkan banyak kesan: karyanya, hikmatnya, kesalehannya, doa-doanya. Memang ada raja Israel lain yang lebih makmur dan lebih lama memerintah daripada Daud, tetapi tak ada raja yang lebih saleh darinya. Hingga ia bahkan dihubungkan dengan Mesias yang dijanjikan. Ya, Yesus bahkan juga disebut sebagai Anak Daud.

Ketika kita kelak meninggalkan dunia ini, apakah yang kita ingin agar diingat orang-orang mengenai kita? Keberhasilan atau kegagalan kita? Apakah perjalanan hidup dan iman yang telah kita perjuangkan bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang kita tinggalkan? Kiranya bukan sekadar akhir bahagia yang kita inginkan terjadi di hidup kita, melainkan hidup yang telah selesai melaksanakan rancangan Allah bagi kita. Bahwa melalui hidup kita, banyak orang dapat merasakan kasih Tuhan. Melalui hidup kita, nama Kristus dimuliakan –

HIDUP YANG SUKSES BUKAN SEKEDAR MEMENUHI CITA-CITA PRIBADI MELAINKAN JUGA MEMENUHI CITA-CITA TUHAN MENCIPTAKAN KITA

Oleh: tedysroyer | Oktober 26, 2011

Kampung Halamanku,, Sorido-Biak

Sorido, salah satu kampung di kota biak.. mungkin namanya belum terkenal didaerah papua namun di dunia Eropa khususnya di Netherland (belanda) kampung ini adalah bukti sejarah Camp-camp Kompeni Markas Angkatan Laut Belanda.

setelah abab pemerintahan indonesia, hak-hak adat tanah ulayat masyarakat adat dikembaliakn kepada masyarakat pribumi,, proses itupun dilalui oleh tokoh – tokoh masyarakat untuk mengambil ahli hak tanah ulayat, akhirnya kampung sorido yang dulunya adalah bekas Camp-camp Kompeni Angkatan Laut Belanda ini di kembalikan kepada masyarakat pribumi, Sehingga kita dapat mengenal kampung sorido sekarang yang telah padat dipenuhi oleh masyarakat pribumi.

sorido-Biak,

akupun terlahir di Biak, dan besar dikampung ini..

masa-masa kecilku dihabiskan dikampung ini, pola dan gaya hidup kekampungan tidak mengurangi semagatku..

sampai sekarang aku bersyukur kepada Tuhan karena hidup didikan Alam dikampung lebih baik, dilihat dari segi tertentu…hehehe

kenapa saya bilang hidup dikampung lebih baik??

saya coba menjawab: kalau hidup dikampung, didikan pengaruh pergaulan waktu kecil tidak sakin parah kayak kehidupan kota. dimana anak-anak kampung harus dan sangat kreatif contohnya tidak mengeluarkan uang untuk membeli mainan melainkan dari kecil sudah diproses untuk kreatif dalam membuat mainan sendiri, pergaulan remaja dan pemudapun tidak jatuh ke hal-hal yang merusak hidup, bisa kita lihat pemuda dan remaja-remaja di kota besar.

mereka terjerumus dalam pergaulan yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman. sedangkan kembali ke anak-anak kecil di kota, identik dengan anak instan.

semua keperluan mereka pasti sudah disediakan oleh orang tua, hal-hal bersifat mainan mereka peroleh dengan mudahnya karena telah dibuat oleh pabrik-pabrik mainan.

itu bedanya anak kampung dan anak kota…hehehe

Oleh: tedysroyer | September 30, 2011

Anak Kampung

Sering kali banyak anak-anak yang tergolong dari daerah pedalaman dan dari  latar belakang perkampungan atau pedesaan di katakan anak kampung.

tetapi ketika kita sadari dan sikapi, kita telah melihat banyak bukti yang dapat kita lihat di dunia kita ini.

bukti – bukti nyata yang boleh kita lihat yakni hampir 98% pemimpin – pemimpin bangsa berasal dari keluarga atau latar belakang pedesaan/ perkampungan. yang sering kali orang – orang tersebut dikatakan “anak kampung”

Anak – anak kampung telah merubah dan membangun bangsa kita ini, karena seorang anak kampung memiliki keinginan yang tinggi untuk mencapai suatu cita-cita yang tinggi pula.

setiap pemimpin – pemimpin di negara Indonesia ini banyak sekali yang memiliki latar belakang anak kampung, di sini kita dapat simpulkan tokoh – tokoh dan pemimpin – pemimpin bangsa yang memiliki budi luhur dan cita – cita untuk suatu perubahan adalah seorang anak kampung yang mempunyai keinginan.

Kategori