Oleh: tedysroyer | November 9, 2011

Otsus Papua Gagalnya di Pemerintah Pusat atau Daerah???

Indonesia Lawyers Club, salah satu acara Jejak pendapat  khusus dengan petinggi-petinggi bangsa yang presenternya ialah Bung karni ilyas di TVone salah satu stasion TV di Indonesia.

Jakarta,08 November 2011 TV one live 08.30-11.30 topik: Gonjal-ganjil di Bumi PAPUA..

Banyak pendapat, uraian yang disampaikan untuk Bumi papua, di mulai dari Kasus Freeport yang karyawannya mogok kerja, Penembakan-penembakan membabi buta oleh oknum keamanan, Kongres di Abepura, dan kasus-kasus HAM di bumi Papua.

Topik yang menarik dan membingunkan terjadi disini, Pemerintah Pusat yang tidak melihat dengan Jelih persoalan rakyat papua, Freeport yang tidak melihat hak-hak masyarakat pribumi dan karyawannya orang asli, Pihak keamanan yang seolah-olah tidak tau menau tentang penembakan.

Orang Papua ingin damai, Orang papua ingin di hargai, Orang papua ingin menjadi tuan diNegrinya sendiri.. harkat martabat setiap orang papua yang selama ini menjadi tujuan generasi Papua teriakan di Negara ini. Seolah-olah tidak ada keadilan sehingga ingin merdeka itu dampak dari rasa kekecewaan yang menimbulkan pemberontakan.

Mantan Gub.Papua 2006-2011,, otsus di tangan beliau sudah berjalan, tingkat kemiskinan di papua menurun 10% tertinggi di indonesia. Beliau sendiri mengatakan bagaimana mensejahterakan rakyat sendiri?? Jika banyak penduduk dari daerah lain yang datang ke Papua??? Baru penduduk yang datang adalah orang miskin. Otomatis penambahan masyarakat juga mempengaruhi tingkat kesejahteraan orang papua.

Pemerintah bukalah jejak pendapat dengan orang-orang papua dialog dan carilah jalan keluar yang terbaik untuk Papua, Di papua bukanlah tempat untuk berperang.

Kembali ke Topik Otsus Papua gagalnya di Pemerintah Pusat atau Daerah???? Jawabanya ada dari mantan Wakil presiden bpk.Jusuf kalla menyampaikan bahwa angaran Otsus 30 T itu telah di berikan lagsung ke Daerah otonomi khusus. Berarti kita sudah dapat menarik kesimpulan bahwa pemerintah Pusat tidak ada masalah. Sekarang kembali ke orang Papua untuk Papua. Otsus dari tahun 2001-2006 data audit pernyataan Bpk. Barnabas suebu,SH di temukan banyak penyelewengan dana Otsus ini. Dari tahun 2006-2011 masah pemerintahan beliau Dananya telah diturunkan langsung ke Dinas dan kementrian  terkait di daerah.

Pemerintahan Birokrat diPapua tidak diragukan, tetapi pemimpin-pemimpin mulai dari kepada Desa,Kelurahaan,Kecamatan,Bupati,walikota,dan kepala-kepala dinas dan kementrian ini sangatlah diragukan.

Dana otsus diturunkan lalu uangnya kemana?? Apa habis ditangan-tangan parapemimpin dan wakil rakyat ini??

Bapak-bapak orang papua sendiri yang adalah petinggi-petinggi bangsa papua kenapa tidak membuat PERDASUS dan PERDASIS di Papua?? Bukan orang luar yang harus datang kasih makan dan kasih kita pakaian. Dengan adanya Peraturan di Daerah kita maka tidak ada yang merasa bebas melakukan hal-hal yang tidak berdasarkan kepada peraturan, bagi yang melanggar peraturan di tindak sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku agar tanah Papua aman dan sejahtera.

Bapak-bapak petinggi bangsa sudah bisa melihat itu, Pemuda-pemuda papua juga harus membuat dialog-dialog yang bermanfaat untuk peraturan khusus di daerah papua ini. Kita melihat kita dan kita membangun kita… Kenapa orang papua berkelakuan seperti bukan orang papua?? Menikmati dan bersenang-senang di atas penderitaan sodara-sodaranya sendiri???

Pemerintah daerah tolong perhatikan nasib masyarakat daerah jangan hanya pentingkan usaha pribadi untuk dompet pribadi. Mama,papa,tete,nenek,om,tante,anak-anak di kampung itu memilih bapak-bapak di pemerintah Kampung,Desa,Distrik,Kabupaten, dan provinsi bukan untuk diri sendiri melainkan sebagai pemimpin bagi mereka.

Setelah Otsus diberhentikan papua mau dapat uang dari mana??

Apakah Papua akan kembali miskin??

Apa yang akan terjadi nanti??

Persatuan rakyat papua telah menurun, pemimpin di papua tidak mempedulikan rakyatnya bagaimana mau merdeka?? Kalau Otsus saja tidak di jalankan dengan baik.Kelak menjadi suatu Negara pemimpin negara bakal pemerintahan kacau seperti Otsus yang gagal. Papua bukan tempat uji coba dan semacamnya, Orang papua hanya ingin dicintai,orang Papua hanya ingin diakui, orang papua mempunyai harkat dan martabat yang tinggi sebagai manusia yang mulia terakhir orang papua ingin damai dan sejahtera ditanahnya sendiri.

Kalau idiologi pemuda papua sudah tidak nyaman kepada NKRI apalagi generasi ke generasi mendatang.

NKRI harga mati /PAPUA harga mati… keputusan itu ada pada Pemerintahan Indonesia:

  • Indonesia Mencintai Papua?? Buat yang terbaik buat Papua.
  • Kalau tidak?? Papua minta Merdeka
  • Ideologi Generasi Muda sudah tidak merasa memiliki NKRI, bagaimana membuat Papua mencintai Indonesia?? Jawabannya layaknya orang Pacaran…hehehe^^
  • Jalur Dialog dengan asas demokrasi, merupakan Jalur Damai untuk tindakan awal pembaharuan diPapua.

[*Pray to Lord : Tuhan tolong kami Orang Papua di tahan kami sendiri]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: